FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN

Selamat Datang di Website Fakultas Teknik

Official Media Online Fakultas Teknik sekaligus sebagai Media Komunikasi dan promosi Fakultas Teknik secara Khusus dan Universitas Pasundan Secara umum.

Dr. Ir. Yusman Taufik, MP. (Dekan Fakultas Teknik)

BERITA

Fakultas Teknik di Perguruan Tinggi Masih jadi yang Terbaik.

Di Indonesia, ada dua Fakultas dan jurusan yang cukup populer di kalangan pelajar SMA. Jurusan pertama adalah Kedokteran. Puluhan ribu siswa SMA rela belajar mati-matian untuk masuk jurusan ini karena profesi dokter dianggap memberikan cukup banyak peluang di masa depan.

Jurusan kedua yang menjadi incaran oleh anak SMA dan sebagian besar pelajar SMK adalah jurusan teknik (Fakultas Teknik). Dengan jenis yang beragam, para calon mahasiswa ini bisa memilih jurusan yang sesuai dengan keinginannya dan kemampuannya.

Nah, di zona jurusan teknik sendiri, ada beberapa tingkatan yang diurutkan berdasarkan minat dari calon mahasiswa. Jurusan itu terdiri dari Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Perkapalan, dll. Di fakultas Teknik UNPAS sendiri memiliki beberapa Jurusan/Program Studi, diantaranya Teknik Industri, Teknologi Pangan, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan dan Teknik Planologi (Perancangan Wilayah dan Kota).

Fakultas teknik ada dasarnya sama di mana pun tempatnya entah itu Fakultas Teknik UNPAS, teknik UNISBA, Teknik ITB, Teknik Telkom Universiti, dan lainnya selalu susah untuk ditembus. Mengapa? Karena saingannya cukup banyak.

Fakultas teknik  dianggap sebagai Fakultas terbaik karena memiliki banyak kelebihan. Oleh karena itu, untuk bisa masuk ke Fakultas Teknik ini calon mahasiswa harus bersaing dengan ribuan orang yang menginginkan posisi yang sama.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Fakultas Teknik khususnya yang ada di UNPAS (Universitas Pasundan Bandung) simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengapa Harus Teknik?

Beberapa calon mahasiswa ada yang sejak awal memang ingin masuk ke Fakultas ini dan ada yang ikut-ikutan saja. Karena tidak tahu akan kuliah di fakultas dan jurusan apa, mereka akhirnya asal ikut ujian. Kalau di kemudian hari mereka kerasan dan bisa mengikuti kuliah dengan baik mungkin tidak malah. Nah, kalau yang terjadi sebaliknya? Pasti akan merugikan diri sendiri.

Sebelum memutuskan untuk masuk ke jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Teknik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Simak ulasan tentang alasan memilih kuliah di teknik berikut ini.

  1. Prospek Pekerjaan yang Bagus

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau alasan utama mengapa TEKNIK adalah tentang prospek kerjanya. Saat ini lulusan teknik dilirik oleh banyak perusahaan yang ada di Indonesia dan perusahaan internasional. Meski baru fresh graduate, perusahaan mau saja merekrut dan menempatkannya di posisi strategis.

Lebih lanjut, peluang mendapatkan gaji yang cukup besar dari peminatan ini juga terbuka lebar. Jadi, kalau ingin hanya bekerja di kantoran, di depan laptop, dan mendapatkan penghasilan lebih, Teknik ini bisa dijadikan pilihan yang tepat.

  1. Bisa Bekerja di Mana Saja

Lulusan teknik yang memiliki kemampuan baik dan bisa berbahasa Inggris dengan lancar, kesempatan kerjanya bisa sampai ke luar negeri. Saat ini ada banyak perusahaan dengan basis IT dan non IT yang mencari lulusan (sarjana Teknik) terbaik di seluruh dunia.

Kalau lulusan teknik di Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan lulusan dari luar negeri, mereka juga bisa bersaing. Bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar serta jenjang karier yang jelas bukanlah sebuah impian.

  1. Bisa Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Tidak semua lulusan teknik mau bekerja dengan orang lain dan memiliki jenjang karier yang bagus. Banyak sekali lulusan sarjana teknik yang memiliki idealisme tinggi. Akhirnya alih-alih menjadi pegawai, mereka lebih senang menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri dengan membangun startup/wirausaha mandiri..

  1. Konsultan


Saat ini jumlah konsultan di Indonesia jumlahnya belum terlalu banyak. Kesempatan yang besar ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kuliah di teknik akan memudahkan lulusannya mendapatkan posisi ini dengan mudah. Saat ini konsultan ahli dibutuhkan oleh perusahaan besar agar sistem informasi dan teknis di perusahaannya berjalan dengan lancar.

Kalau pun Anda tidak ingin menjalankan profesi konsultan ini secara full time, freelance consultant juga banyak diminati. Jadi, sembari membangun perusahaan sendiri, Anda bisa memiliki pekerjaan sampingan yang sama-sama menguntungkan.

  1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan untuk Orang Lain

Pada poin tiga kita sudah menulis kalau jurusan ini bisa menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Kalau pekerjaan yang dimulai akhirnya bisa berkembang dengan pesat, kenapa tidak menarik orang lain yang sevisi atau satu misi?

Saat ini banyak perusahaan yang menarik lulusan terbaik untuk bergabung dan mengembangkan perusahaan. Kalau orang lain bisa melakukannya, Anda juga harus bisa melakukannya juga.

Nah, sekarang sudah tidak bingung lagi kan dan mengapa Anda harus mengambilnya. Semoga ulasan di atas bisa digunakan sebagai rujukan khususnya kalau ingin bersaing masuk ke Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung.

Teknik Jaya, Teknik Hebat. SIAPA BILANG KULIAH DI TEKNIK LAMA?

Seminar Nasional Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota “Sustainable Development Goals”

Para narasumber/pemateri pada seminar nasional yang diselenggarakan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Pasundan bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pasundan dengan tema “Sustainable Development Goals Integrasi Budaya dengan Penataan Ruang Kota. Seminar dilaksanakan Sabtu  28 April 2018 di Aula Mandala Saba Oto Iskandar Di Nata, Kampus IV Universitas Pasundan, Jalan Dr. Setiabudhi No. 193.*

Prodi Perencnaan Wilayah dan Kota serta Himpunan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pasundan mengadakan Seminar Nasional dengan tema Sustainable Development Goals dan berjudul “Integrasi Budaya dengan Penataan Ruang Kota” dalam mendukung SDGs (Kota dan Permukiman yang berkelanjutan) 2030.

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 28 April 2018. Bertempat di Aula Otto Iskandar Dinata Jalan Setiabudi No 193 Kampus IV Universitas Pasundan, Bandung.

 

Acara tersebut dibuka oleh Dr. Deden Ramdhan, M.Si., Wakil Rektor 3 Universitas Pasundan, serta dihadiri oleh Dr. Ir. Yusman Taufik, MP selaku Dekan Fakultas Teknik UNPAS, Ir. Reza M Surdia, MT selaku Ketua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota beserta jajarannya, para Dosen dan peserta seminar.

Sesi pertama dengan moderator Dr. Ir. Ari Djatmiko, MT. Adapun materi yang dibahas pada sesi ini yaitu “Agenda SDGs 2030” disampaikan oleh Dr. Bagdja Muljarijadi, S.T., S.E., MS (SDGs Center UNPAD); “Budaya dalam Penataan Ruang Kota” disampaikan oleh Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D (Ketua Prodi S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah, UGM) dan “Potensi Budaya Indonesia” disampaikan oleh Ibu Frances Bowden Affandy (Founder ICOMOS Indonesia) .

Sedangkan sesi kedua dengan moderator Dr. Ir. Firmansyah, MT. Adapun materi yang dibahas pada sesi ini yaitu “Implementasi SDGs di Indonesia” disampaikan oleh Dr. Rachman Kurniawan (Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan, Sekretariat SDGs Kementrian PPN/Bappenas) dan “Sunda Polis Ujungberung” disampaikan oleh Weishaguna S.T., MT (Konseptor Sunda Polis).

Dr. Bagdja Muljarijadi, S.T., S.E., MS dalam paparannya membahas agenda SDGs 2030. Dan materi pendalamannya mengenai target poin 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. “Masih banyak pr oleh daerah untuk melaksanakan aksi daerahbya untuk memenuhi indikator ke 11.”

Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D dalam paparannya membahas Pelajaran dari Yogyakarta (Yogyakarta’s Nomination as World Heritage City: Celebrating the Past or Planning the Future?). Melihat bahwa Heritage di Indonesia dapat berarti cagar budaya ataukah pusaka. Cagar budaya tersebut diatur dalam UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Adapun penetapan World Heritage memiliki kriteria sendiri yang ditetapkan oleh UNESCO. Penetapan Yogyakarta menjadi nominasi World Heritage City tentunya melalui suatu proses, dimana dibalik itu semua terdapat pelajaran yang perli diketahui diantaranya:

  1. Prioritas: menyelamatkan DI Yogyakarta bukan merayakan;
  2. Bagaimana mengembangkan gagasan bahwa Heritage Conservation adalah investasi / perencanaan untuk masa depan – untuk memastikan generasi masa depan untuk terus menulis bab tak berujung dari buku monumental;
  3. Bagaimana memahami dan menggunakan kriteria UNESCO dengan cara yang lebih kritis;
  4. Pengingat bahwa pencalonan sebagai Word Heritage tidak dapat terjebak dalam proyek keistimewaan;
  5. Bagaimana memastikan bahwa nominasi tidak mengabaikan inisiatif warisan lokal dan pribadi yang berakar di komunitas;
  6. Bagaimana membuat proses nominasi lebih terbuka dan partisipatif;
  7. Bagaimana mengintegrasikan proses nominasi sebagai “gerakan warisan” yang komprehensif dalam Paradigma Belajar Sosial.

“Sustainable Development itu adalah membangun cara hidup yang beragam, karena bila masyarakat semua mengikuti pembangunan yang berisfat ke kotaan, maka di butuhkan “3 planet dunia” lagi untuk menampungnya. Sehingga diharapkan pembangunan kota lebih memerhatikan budaya yang beragam.”

Frances Bowden Affandy dalam paparannya membahas potensi budaya di Indonesia. Salah satu potensinya yaitu budaya sunda yang dapat mencirikan suatu identitas maupun tradisi. Adapun cagar budaya berkaitan dengan suatu peristiwa atau orang yang bersejarah, dimana hal tersebut mengandung makna “sense of who we are” dan “sense of place and where we come from”. Nilai cagar budaya saat ini ditentukan oleh fungsi dan pemegang keputusan, tergantung pada bagaimana suatu kota mengelola cagar budaya itu sendiri. Seperti halnya Kota Bandung dalam Perda No. 19 tahun 2009 tentang Kawasan dan Bangunan Bersejarah telah menetapkan kawasan cagar budaya diantaranya Kawasan Pusat Kota Bersejarah, Kawasan Pecinan,  Kawasan Militer,  Kawasan Etnik Sunda, Kawasan Perumahan Villa, dan Kawasan Industri. Keunikan karakter budaya sunda menjadi salah satu contoh yang juga dijelaskan dalam paparannya.

Kita harus saling menghargai kenukian antar karakter budaya.”

 

Insert Custom HTML
Add Icon

Siapa bilang kuliah di Teknik lama?

TESTIMONIAL

Rizky Wirani - Teknologi Pangan 2013

Setelah Ikut kuliah, barulah sayamendapat gambaran bahwa Prodi Teknologi Pangan di Universitas Pasundan lebih berat ke tekniknya, karena berada di lingkungan Fakulta Teknik. Saya merasa lebih cocok. Sedangkan di PT lainlebih berat kepangannya karena dibawah fakultas pertanian.

Beni Nurhalim

Kuliah di Fakultas Teknik Full FUN, Full Fasilitas dan Full belajarnya. Ga setengah-setengah. Dosennya Kompeten dan sesuai dengan Bidang Ilmunya. Jaya Terus Teknik UNPAS.