Profil

Pengantar

Definisi yang sederhana tentang Environmental Engineering dikemukakan oleh Peavy et al (1985), yaitu: a branch of engineering that is concerned with protecting the environmental from potentially deleterous effects of human activity, protecting human populations from the effect of adverse environmental factors and improving the environmental quality for human health and well-being.

Profesi keinsinyuran Teknik lingkungan pada mulanya dikenal sebagai Sanitary Engineering dan lambat laun bergeser menjadi Environmental Engineering. Dari awal, sasaran utamanya adalah bagaimana mencetak tenaga terdidik yang mempunyai kemampuan rekayasa (engineering) dalam menyediakan air minum yang aman, menjauhkan dan mengolah limbah. Kemudian, pendidikan keinsinyuran ini bidang cakupannya meluas, mencakup segala aspek yang terkait dengan lingkungan air, pengelolaan udara, pengelolaan limbah termasuk limbah kimia berbahaya, remediasi lahan terkontaminasi, penilaian dampak, dan upaya proteksi lingkungan agar berkelanjutan.

Tujuan

Menghasilkan tenaga-tenaga ahli yang kompeten dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, serta peka terhadap perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi di bidang Teknik Lingkungan.

Kurikulum

Kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi yang meliputi 145 SKS yang ditempuh selama 8 semester.

Kompetensi Lulusan

Ahli perancangan sistem dan bangunan  serta pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baik berbasis lembaga maupun yang berbasis masyarakat.

Ahli perancangan sistem dan bangunan  serta pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) domestik dan industri baik berbasis lembaga maupun yang berbasis masyarakat.

Ahli perancangan sistem dan bangunan  serta pengelolaan Sistem Penyaluran Air Hujan (Drainase) baik berbasis lembaga maupun yang berbasis masyarakat

Ahli perancangan sistem manajemen lingkungan (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Audit Lingkungan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis)

Ahli perancangan dan pengelola Sistem Persampahan, Pencemaran Udara, Pengelolaan Lingkungan Laut dan Pesisir, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja (Analisis Risiko dan Higiene Industri)

Prospek Lulusan

Melihat kondisi nyata di Indonesia, maka fokus pengembangan arah pasar penerima tenaga kerja lulusan pendidikan Teknik Lingkungan adalah yang relevan menghadapi kebutuhan ke depan, khususnya di Indonesia, yaitu:

  • Lingkungan permukiman perkotaan dan perdesaan sampai saat ini masih menghadapi masalah air minum dan sanitasi (khususnya bidang persampahan dan air limbah). Bidang-bidang ini merupakan kepakaran yang secara tradisional merupakan prioritas utama sarjana Teknik Lingkungan.
  • Lingkungan perkotaan juga menghadapi masalah pencemaran udara yang memerlukan kepakaran Teknik Lingkungan untuk mengatasinya.
  • Perkembangan industri akan diikuti dengan persoalan meningkatnya limbah, di samping itu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja mulai menjadi perhatian pelaku industri. Divisi Lingkungan dan Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja akan membutuhkan kepakaran sarjana Teknik Lingkungan.
  • Pengelolaan lingkungan serta pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan pertambangan, minyak dan gas bumi akan menjadi peluang kerja yang potensial bagi sarjana Teknik Lingkungan.
  • Isu global yang menantang keterlibatan kepakaran sarjana Teknik Lingkungan seperti upaya reduksi gas rumah kaca, dan kaitannya dengan pemanasan global

Fasilitas

Fasilitas pendukung proses pendidikan yang tersedia antara lain: perpustakaan (fakultas dan jurusan) dengan buku-buku terbitan baru (textbook) dan jurnal-jurnal ilmiah baik terbitan nasional maupun internasional, laboratorium lingkungan (laboratorium penelitian, laboratorium air, dan laboratorium mikrobiologi lingkungan), laboratorium bahasa, warnet, dan free hot spot area yang dapat mengakses internet secara gratis, serta Rusunawa (rumah susun sewa)/asrama mahasiswa.

Pembina

Prof. Dr. Soepangat Soemarto

Prof. Dr. Harun Sukarmadidjaja

Prof. Dr. R.E. Soeriaatmadja

 

Staf Pengajar

Dr. Fadjari Lucia Nugroho, Dra., M.Sc., DEA (S1: ITB: S2: Univ. Of Oklahoma, Norman, USA; S3: INSA, Toulouse, Perancis)

Dr. Eng. Yonik Meilawati Yustiani, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB; S3:  Tohoku University, Jepang)

Dr. Gatut Sudarjanto, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB; S3: Queensland University,  Australia)

Setiati, Dra., M.Sc. (S1: Unpad; S2: MacQuarie University, Sydney,  Australia)

Sri Wahyuni, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB)

Anni Rochaeni, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB; Kandidat Doktor: ITB)

Lili Mulyatna, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB)

Evi Afiatun, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB; Kandidat Doktor: ITB)

Hary Pradiko, Ir., MT. (S1: ITB; S2: ITB; Kandidat Doktor: ITB)

Deni Rusmaya, ST., MT. (S1: Unpas; S2: ITB)