Category:

Fakultas Teknik di Perguruan Tinggi Masih jadi yang Terbaik.

May 14th, 2018 by

Di Indonesia, ada dua Fakultas dan jurusan yang cukup populer di kalangan pelajar SMA. Jurusan pertama adalah Kedokteran. Puluhan ribu siswa SMA rela belajar mati-matian untuk masuk jurusan ini karena profesi dokter dianggap memberikan cukup banyak peluang di masa depan.

Jurusan kedua yang menjadi incaran oleh anak SMA dan sebagian besar pelajar SMK adalah jurusan teknik (Fakultas Teknik). Dengan jenis yang beragam, para calon mahasiswa ini bisa memilih jurusan yang sesuai dengan keinginannya dan kemampuannya.

Nah, di zona jurusan teknik sendiri, ada beberapa tingkatan yang diurutkan berdasarkan minat dari calon mahasiswa. Jurusan itu terdiri dari Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Perkapalan, dll. Di fakultas Teknik UNPAS sendiri memiliki beberapa Jurusan/Program Studi, diantaranya Teknik Industri, Teknologi Pangan, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan dan Teknik Planologi (Perancangan Wilayah dan Kota).

Fakultas teknik ada dasarnya sama di mana pun tempatnya entah itu Fakultas Teknik UNPAS, teknik UNISBA, Teknik ITB, Teknik Telkom Universiti, dan lainnya selalu susah untuk ditembus. Mengapa? Karena saingannya cukup banyak.

Fakultas teknik  dianggap sebagai Fakultas terbaik karena memiliki banyak kelebihan. Oleh karena itu, untuk bisa masuk ke Fakultas Teknik ini calon mahasiswa harus bersaing dengan ribuan orang yang menginginkan posisi yang sama.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Fakultas Teknik khususnya yang ada di UNPAS (Universitas Pasundan Bandung) simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengapa Harus Teknik?

Beberapa calon mahasiswa ada yang sejak awal memang ingin masuk ke Fakultas ini dan ada yang ikut-ikutan saja. Karena tidak tahu akan kuliah di fakultas dan jurusan apa, mereka akhirnya asal ikut ujian. Kalau di kemudian hari mereka kerasan dan bisa mengikuti kuliah dengan baik mungkin tidak malah. Nah, kalau yang terjadi sebaliknya? Pasti akan merugikan diri sendiri.

Sebelum memutuskan untuk masuk ke jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Teknik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Simak ulasan tentang alasan memilih kuliah di teknik berikut ini.

  1. Prospek Pekerjaan yang Bagus

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau alasan utama mengapa TEKNIK adalah tentang prospek kerjanya. Saat ini lulusan teknik dilirik oleh banyak perusahaan yang ada di Indonesia dan perusahaan internasional. Meski baru fresh graduate, perusahaan mau saja merekrut dan menempatkannya di posisi strategis.

Lebih lanjut, peluang mendapatkan gaji yang cukup besar dari peminatan ini juga terbuka lebar. Jadi, kalau ingin hanya bekerja di kantoran, di depan laptop, dan mendapatkan penghasilan lebih, Teknik ini bisa dijadikan pilihan yang tepat.

  1. Bisa Bekerja di Mana Saja

Lulusan teknik yang memiliki kemampuan baik dan bisa berbahasa Inggris dengan lancar, kesempatan kerjanya bisa sampai ke luar negeri. Saat ini ada banyak perusahaan dengan basis IT dan non IT yang mencari lulusan (sarjana Teknik) terbaik di seluruh dunia.

Kalau lulusan teknik di Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan lulusan dari luar negeri, mereka juga bisa bersaing. Bekerja di luar negeri dengan gaji yang besar serta jenjang karier yang jelas bukanlah sebuah impian.

  1. Bisa Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Tidak semua lulusan teknik mau bekerja dengan orang lain dan memiliki jenjang karier yang bagus. Banyak sekali lulusan sarjana teknik yang memiliki idealisme tinggi. Akhirnya alih-alih menjadi pegawai, mereka lebih senang menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri dengan membangun startup/wirausaha mandiri..

  1. Konsultan

Saat ini jumlah konsultan di Indonesia jumlahnya belum terlalu banyak. Kesempatan yang besar ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kuliah di teknik akan memudahkan lulusannya mendapatkan posisi ini dengan mudah. Saat ini konsultan ahli dibutuhkan oleh perusahaan besar agar sistem informasi dan teknis di perusahaannya berjalan dengan lancar.

Kalau pun Anda tidak ingin menjalankan profesi konsultan ini secara full time, freelance consultant juga banyak diminati. Jadi, sembari membangun perusahaan sendiri, Anda bisa memiliki pekerjaan sampingan yang sama-sama menguntungkan.

  1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan untuk Orang Lain

Pada poin tiga kita sudah menulis kalau jurusan ini bisa menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Kalau pekerjaan yang dimulai akhirnya bisa berkembang dengan pesat, kenapa tidak menarik orang lain yang sevisi atau satu misi?

Saat ini banyak perusahaan yang menarik lulusan terbaik untuk bergabung dan mengembangkan perusahaan. Kalau orang lain bisa melakukannya, Anda juga harus bisa melakukannya juga.

Nah, sekarang sudah tidak bingung lagi kan dan mengapa Anda harus mengambilnya. Semoga ulasan di atas bisa digunakan sebagai rujukan khususnya kalau ingin bersaing masuk ke Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung.

Teknik Jaya, Teknik Hebat. SIAPA BILANG KULIAH DI TEKNIK LAMA?

UNPAS Borong Medali Kompetisi Mobil Listrik

November 5th, 2013 by

pizap.com13822750440471

Rektor Universitas Pasundan (UNPAS), Prof.Dr.Ir.H Edi Jusuf  SP,M,Si.,M.Kom mencoba mobil listrik yang diberi nama Pangrango Go Green produksi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNPAS, di Bandung.

Setelah melalui kerja keras dan kerjasama kompak, Tim Jalak Harupat Universitas Pasundan (UNPAS) akhirnya meraih juara dalam ajang Indonesia Electric Vehicle Competion (IEVC) di Yogyakarta.

Ketua Tim Jalak Harupat Reza Rahadian mengatakan, apa yang diraih timnya merupakan hasil kerjasama yang solid. Dengan modal itulah, akhirnya Pangrango Go Green (mobil listrik balap) memperoleh juara 1 untuk drag race dan juara 3 untuk time attack.

Pada saat ditemui di UNPAS jl.Dr.Setiabudi No 193 Bandung Reza mengatakan “Dua mendali tersebut kian lengkap saat tim kita dinobatkan menjadi juara umum. Sungguh di luar dugaan kita bisa meraih ini semua,”

Dari awal perlombaan Pangrango tidak menargetkan meraih juara, apalagi juara umum, mengingat pengalaman dalam lomba seperti ini cukup minim. Adapun satu pelajaran yang tim peroleh hanyalah ajang KMLI 2012, ssat Unpas meraih juara 1 uji kecepatan dan uji tanjak.

Sebelum perlombaan, aku Reza, tim jalak harupat cukup mewaspadai dua universitas yakni Polban dan UNY. Keduanya merupakan tim hebat, terutama UNY dengan faktor tuan rumah.

“Puji syukur alhamdulillah, keringan kami terbayarkan dengan prestasi yang cukup membanggakan. Semoga kami bisa tetap menjaga prestasi ini dalam ajang-ajang berikutnya,”ucapnya.

Dia menambahkan Pangrango merupakan mobil balap listrik yang dibuat kurang lebih satu bulan, serta dikerjakan 10 orang. Apa yang telah diraih Pangrango saat ini, tidak lepas dari dukungan semua pihak terlebih Rektor Unpas dan Jurusan Teknik Mesin.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Parango merupakan mobil listrik balap dengan spesifikasi motor 2 x 48 v 3000 w, baterai panasonik 4 x 12v 42 ah dan kecepatan 75 km.

Mobil Listrik Tim Jalak Harupat dari UNPAS Menjadi Mobil Listrik Tercepat pada Ajang Indonesia Electrik Vehicle Competition (IEVC)

November 5th, 2013 by

Mobil listrik Tim Jalak Harupat dari Universitas Pasundan Bandung menjadi mobil listrik tercepat pada ajang Indonesia Electrik Vehicle Competition (IEVC) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Mobil tersebut mengalahkan 11 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

MOBIL

Sementara untuk juara kedua kompetisi mobil listrik diraih tim ‘Tpop’ dari Politeknik Bandung serta tim ‘Green Fast’ dari Politeknik Negeri Semarang sebagai juara tiga. Selain itu dalam ajang yang digelar jurusan Teknik Mesini ini, panitia memberikan penghargaan khusus untuk best presentation yaitu tim ‘Alive’ dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Kemenangan tim Jalak Harupat ini karena desain mobilnya tidak hanya dapat digunakan di area sirkuit balap, namun juga dapat digunakan sebagai mobil rekreasi. Selain itu mesin yang digunakan merupakan mesin impor dari Cina.

Menurut Reza Rahardian, perwakilan tim, Secara teknis mesin mobil Jalak Harupat menggunakan daya hingga 6 ribu watt dengan battery 12 volt, 42 ampere/hour. Kecepatan maksimum mobil listrik karya mahasiswa Universitas Pasundan ini bisa mencapai 73 km/jam atau jika dengan kecepatan 50 km/jam bisa menempuh jarak terjauh hingga 10 kilometer.

“Kami siapkan mobil ini selama enam bulan, mulai dari desain rangka dan penyediaan bahan. Total biaya yang kita butuhkan capai Rp 60 juta,” kata Reza.

Kompetisi mobil listrik ini telah digelar di Universitas Gadjah Mada dari tanggal 08 – 09 Juni 2013 lalu. Dalam pertandingan tersebut para peserta harus menyelesaikan 10 lap dari sirkuit yang tiap lap-nya berjarak sejauh 400 meter.

Adapun Perguruan Tinggi yang mengikuti kompetisi tersebut yakni, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pasundan Bandung, Universitas Mataram, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Bangka Belitung, dan STTNAS Yogyakarta.